18 November 2006

Jom masuk dalam kasut



Aku percaya ramai kita di Malaysia pernah tengok iklan Petronas ni. Bagi siapa yang tak sempat tengok, sket aku cite. Dipaparkan oleh Yasmin tentang kisah ayah yang tua yang sakit terpaksa dibawa pulang ke rumah. Sewaktu makan, ayahnya tertumpah air ke karpet yang cantik. Adakalanya tertumpah kuah. Sekali tu, ayahnya ter'kencet' (terbuang air besar apabila terketut). Setiap kali begini, menantunya asyik merungut. Sampai satu hari, diasingkan tempat makan si ayah dengan keluarganya. Makan pun guna pinggan plastik setaraf kucingnya yang diberikan makanan. Keinsafan terbit di hati si anak apabila anak-anaknya sedang bermain di meja kecil dengan gaya olok-olok siapkan makanan. Apabila ditanya sedang buat apa, anaknya jawab :

"Nanti bila along dah besar, ayah dan emak duduk di luar. Along dan adik makan di dalam."

Si adik pun menyampuk, "Ayah jangan lupa pakai lampin tau.."

Hah, dah terkena baru faham perasaan ayahnya. Beginilah kita lumrah manusia, jarang memikirkan untuk berada dalam keadaan orang lain. Bila dah kena kat kita baru rasa menyesal. Dalam iklan ni,alhamdulillah tak terlewat untuknya menyesal kerana sempat minta maaf pada ayah atas kesalahannya.

Bagaimana kalau si ayah mati dalam keadaan kita tak dimaafkannya? Bukankah hidup kita ni sia-sia sebab dosa dengan manusia perlu diminta maaf daripada manusia. Kalau dengan Allah, bila-bila masa boleh. Tapi dengan manusia, kalau dia dah mati, anaknya pun tak boleh nak maafkan kita. (I've wrote an entry about this before)

Moralnya mudah je. Orang putih kata we have to put ourselves into others shoes. Maknanya kita kena letakkan diri kita berada di tempatnya. Bukan soal ayah emak je. Termasuk banyak perkara.

Contoh, tengok orang kaya, kita kata dia sombong dan berlagak. Jadi kutuklah dia etc. Tapi cuba kita letak diri kita dalam keadaan dia, adakah kita pun akan jadi begitu bila kita kaya macam dia?

Kalau nampak orang susah dan kita hidup ok (taklah senang sangat). Letakkan diri kita seperti dia saat kita makan mewah. Adakah kita akan membazir makanan jika kita menjadi seperti mereka?

Atau kalau kita asyik menyalahkan orang politik yang amal rasuah dan banyak bercakap tapi tak berbuat. Masukkan diri kita dalam keadaan dia, adakah kita juga akan jadi begitu saat kita mula berjawatan tinggi dan berpangkat bahkan punya posisi politik yang hebat?

Aku rasa kalau kita selalu letakkan diri kita dalam kasut orang lain, kita akan lebih waspada dengan apa yang kita cakap atau lakukan. Kita akan lebih prihatin. Kita akan lebih bertanggungjawab. Kita akan rendah diri. Kita akan menjadi orang yang disayangi.

Love is always there but to get it u have to give it

17 November 2006

Saat aku kain putih



Saat aku kain putih
Setiap perbuatan tak dihitung
Kerana aku masih bertatih
Dalam meneroka perjalanan hidup

Saat aku kain putih
Aku meneropong jauh penuh ikuiri
Rasa takut dan gentar diletak ke tepi
Gagah kaki dan tangan ikut perasaan

Saat aku kain putih
Aku ikut kata yang melatih
Jika dimarah aku diam
Jika disuruh aku turuti


Saat aku kain putih
Itulah detik berharga dalam dunia
Apakah nasib ku nanti
Menjadi muslim, nasrani atau majusi
Atau
Aku menjadi muslim
Tapi hidup bak nasrani mahupun majusi


Andai dapat masa ini diputar
Pasti ingin ku kembali saat aku kain putih
Agar benar aku berada dalam sirat terpilih
Menuju ke destinasi milik Allah Jalla jalalih

10 November 2006

When we become ignorant...

I've just came back from ethics lecture dinner. This is a compulsory course for every pupil in Malaysia. Before being admitted as an advocate and solicitor, we need to undergo the course. It comprised of lectures, test, and dinner. The lectures were marvellous but the test was quite tough. But this is not what I'm going to share with you. Yang penting, you all please pray for my success in that test.

What is interesting is about my conversation with one senior lawyer who used to be one of the lecturers.

Me : I believe that the market is going to be opened to the world at large including our legal business, rite?

He : Yes you are right. The challenge is going to be tougher day by day. And it might be sooner.

Me : Huh?

He : Yup, the America is now very eager to sign the world trade treaty and the border might be demolished by next year.

Me : That means the market shall be so competitive.

He : Yes, you have to know many things and start think of one thing that you should be master in.

Friend : Hmm, I think the Malaysian can be master in Syariah law.

He : Not necessary. Today's best syariah lawyer is from England.

All o us : What? (tercengang semua..)

He : Yes, they are the experts.

Me : Are they muslims?

He : No. Don't ever assume that only muslims can master it. It has nothing to do with religion

Pang!! It's like a big slap on your face. Macamana plak orang bukan Islam boleh master in our religion. Tambah plak, aku agak geram when he said religion has nothing to do with this area of work. When you are hardworking and creative etc.. that is what counts. Memang la betul tapi ini betul-betul mencabar aku.

Anyway, this is the reality. Cumanya aku rasa kita patut rasa bersalah bila ada orang lain lebih mahir tentang apa yang kita percaya dan yakin. Unless we are believing in certain teachings of Islam and ignoring the others.

One example I like to put it to us. You know Ahmad Deedat? The one who master in Quran and Bible. He's much more knowledgeable in Bible rather than the Father (Christian's scholars) himself. He made people believe more in Quran after he won many debates. Should Christians blame their scholars for that failure? Should they feel guilty of not being well-verse in Bible?

The same goes to us. Takkan kita tak rasa apa-apa bila orang lain mahir dalam sesuatu yang kita percaya. Plus, we believe that Islam is a way of life. Thus, it includes legal works, economic work, scientific works, and any other works. Aku takut satu hari nanti, orang akan gunakan agama kita untuk merosakkan kita sebab kita banyak yang tak tahu. Then, they manipulate the knowledge. That's why now we always hear the movement that struggle for freedom of life..etc which actually happened because of knowledge being manipulated by human-sole-mind without having faith to guide them in thinking.

Satu hari apabila dunia global menjadi dunia tanpa sempadan, kita akan rugi kalau tak bertindak mencari kekuatan diri. Apa yang kita ada apabila orang luar datang ke Malaysia untuk menjadi peguam atau lain-lain kerjaya? Mereka punya kemahiran yang sedia hebat dan diperlukan. Alangkah ruginya kita bila kita baru sahaja sedar pada waktu diorang sampai, dan kita mencungap-cungap mencari kekuatan yang sepatutnya.

I think this is why Allah made the scenario above happened in my life tonight. HE wants me to think and share the thought with people who I might communicate with. Lets us think and act. We are no more in comfort zone. We are nobody if we keep looking inside the box. We should now think and look outside the box.

Dulu umat Islam lah yang menguasai dunia. All knowledge came from our scholars. Ibnu Haitam (as I wrote before) who master the science of optic. Ibnu Sina was the master in medicine. Al Farabi the musician. Dan banyak lagi... tapi semuanya telah lenyap dari pengetahuan kita disebabkan kekalahan umat Islam di Baghdad. Most of our books are ruined by the non-Muslim in a war. Bayangkanlah betapa banyak buku kita dimusnahkan sehingga Sungai Tigris hitam akibat dakwat yang terlarut di dalamnya.

It's only a history which we can be proud of. Tapi takde gunanya pun kalau bangga saja sebab kehebatan dulu adalah milik orang dulu. Zaman kita adalah milik kita. Kalau teruk, maka itulah kita. Kalau hebat, memang sampai bila-bila pun orang kenang. So?

As Muslims, we are the one who much more easier to learn and to understand the teachings of Islam in any kind of fields that we are in now. If the non-muslim can be the best in our should-be-expertise, why we can't do so? Ya, a long journey starts wih a single step. Yang penting, kita usaha sebaik mungkin. Sebab Allah kata, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum melainkan kaum itu sendiri mengubahnya." (ar-Ra'du : 11)

This is a voice of my bottom heart. Please support me as your support would encourage me to make a CHANGE in my life. And I'll support you if you too want to make a CHANGE. Because you can never change me and I can never change you. Believe it!

06 November 2006

new movie released..



Have you ever noticed this kind of advertisement? If you answer it YES, it means you don't say the truth. Because nobody would ever see it except after I put it in this entry. Hmm, this is a new film unproduced but being incommercially advertised. It is a cannot-be-watched movie about chambering student in a legal firm in Kuala Lumpur. They have been specialised in civil litigation area, the so-called experts in trial advocacy. They only have nine months to finish their chambering period before being admitted as advocates and solicitors in Malaysia. The main actor, Hakimi is the one who has one-day-to-go. He will be admitted as advocate and solicitor in 24 hours from the time of this entry. Within this time, he has to search for his successors. Two of them have been well-trained by him to be just-like-him. Suriahani and Suhail shall then be the seniors in the civil litigation department. They will rule the world-of-chambering-in-HSK. In reality, they are very sad because they have lost 3 chambees and now they will lose another one. One day Mr H came to their department and ask them to find more chambees. This is what they really need. For those who interested to be one of the chambees, please let the next-senior-chambee know (who else? me la..hehehe). This movie has now been released...

04 November 2006

Mencari noktah dalam setiap perbuatan




Peperiksaan pertama aku sudah selesai. Alhamdulillah berkat korang sume juga yang mendoakan kejayaan aku dalam exam membuatkan semuanya berjalan lancar. Terima kasih. Hari ini juga mengingatkan aku tentang apakah titik noktah dalam setiap perbuatan kita.


Sambil aku menunggang motosikal, fikiran di kepala mengingatkan aku tentang DIA. Kadangkala kita terlupa meletakkan noktah TAWAKKAL dalam setiap yang dilalui. Patutlah kadangkala terasa cemas apabila terlambat untuk temujanji, gelabah apabila tak bersedia untuk exam, rasa macam nak gagal apabila tak dapat jawab exam dengan baik, rasa nak bunuh diri apabila gagal bercinta, dendam dengan orang yang menyakiti kita, sumpah seranah apabila tayar motor pancit dan terpaksa berjalan kaki menuntun moto 5 km... dan sebagainya.

Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusanNya dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Sebab itu bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata. [ Al-Naml : 78 - 79 ]

Bila fikirkan semula, rupa-rupanya banyak kejayaan dan kegagalan yang pernah aku tempuhi adalah hasil noktah TAWAKKAL yang menjadi penutup perbuatan aku. Bila gagal pun tak meratap, menangis teresak-esak, kecewa, dsb. Tapi adakalanya memang perbuatan aku tak ditutup dengan noktah itu. Bila diingat semula, memang benarlah semua ini milik DIA. Kalau DIA tentukan kita gagal, usaha bermati-matian untuk berjaya pun tetap gagal. Jadi, kalau kita selepas usaha habis-habisan, kita serahkan pada DIA, memang lega. Yup, we'll feel much more energetic, no turning back, no regret, we'll end the day with good mood..

Tengoklah diri kita ni, kekadang tu bila orang overtake, potong que untuk masuk tol, kita terpaksa tunda belakang kereta yang lembab, hati kita rasa marah, tensen, susah hati..bahkan kekadang tu the whole day boleh spoil. Macam aku ni kekadang tu tensen gak balik je kelas hujan lebat, habis lencun, basah kuyup. Terpaksalah cari tempat berteduh dan menunggu berjam-jam. Bila duduk termenung, terfikir plak memang la ALLAH tu hebat, dia uji kita dalam perkara kecik je, kita tak perasan. Tak heranla kalau doa-doa kita tak termakbul sebab bila dah terhantuk baru nak terngadah.

...Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman [ Al-Maidah : 23 ]

Hmm.. kawan-kawan, maafkan aku untuk entri ini. Aku saja tulis perasaan ini sebab bila aku 'lupa diri' dan terbaca entri ini, mana la tau aku akan kembali sedar. Macam yang biasa aku cakap, hari ini yelah aku insaf, tapi esok? lusa? tulat? Kita manusia kejap beringat kejap lupa.. so, inilah caranya aku 'ingat diri'.

Alhamdulillah aku baru sahaja baca nota malam tadi untuk exam ni dan hanya habis buat nota kecil pada jam 5.45pagi. Aku terlelap di antara masa buat nota dan membaca tu. Dalam 6.30pagi aku ke UiTM dan terus lepak surau untuk hafal nota. Tak semua dapat hafal tapi ada lah yang aku dok spot je..then, aku ingat DIA dan letakkan noktah itu sebelum masuk ke dalam dewan. Ya, alhamdulillah semua yang aku spot masuk, dan melangkahnya kaki ke dalam dewan exam, jantung aku tak berdegup laju seperti adakalanya begitu..

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. [Ali Imran : 159]

03 November 2006

Please pray for my success


Kawan-kawan sume, mulai minggu ni setiap sabtu dan ahad, aku ada final exam untuk Diploma in Syariah Legal Practice, so minta tolong doakan kejayaan aku dalam menghadapinya. In return, i'll pray for the success of those people who pray for mine.. "Ya Allah, berikanlah kejayaan dunia dan akhirat buat teman-temanku yang mendoakan kejayaanku...Amin Ya Rabbal 'Alamin.."

02 November 2006

Kreativiti Satu Anugerah



Tabik sket kat Singaporean... Cayalah korang coz u r very creative in making the Islamic program dekat di hati youngsters... something that Malaysian has to learn from. Ish ish ish, rasanya we never think about it. Walaupun aku pun tak pasti apa program sebenar RAMADHAN ROCKS ni tapi daripada gambar-gambar (yang sket je) yang aku tengok dari blog Hafiz Jenggo, aku rasa ianya sesuatu program yang lain daripada lain. Please frenz, tell me (and others) more about it. Sound like very very very interesting..huh.

Daun Rerama Pengubat Sakit Kronik

Kelmarin saya sempat bertemu dengan pakcik Khamarul, seorang pengusaha daun rerama hijau sejak 2006 lagi. Pengalaman beliau merawat pesakit ...

Popular