header-photo

Pengapit


Bulan ini kata kawan aku bulan mengawan.
Sengaja digunakan ibarat itu.
Apa tidaknya, setiap minggu teman-teman seperjuangan menjadi raja sehari.
Meninggalkan zaman bujang mereka.


Minggu lepas aku diminta jadi pengapit.
Atas rasa kasihan pada kawan yang sedang kelam kabut menghadapi saat getir sendirian, aku menerima pelawaannya agar dia sedikit tenang.


Kata orang, jadi pengapit, lambatlah kahwin.
"Oh, bagus juga begitu," hatiku berbisik.


Bukan aku menentang kahwin muda
Cuma aku tahu batas kemampuan aku
Aku punya pendirian tersendiri

Untuk belayar dengan kemahiran dan upaya diri
Walau kutahu kemahiran dan upaya diri mampu ketemui dalam pelayaran


Setidak-tidaknya kemahiran dan upaya diri yang asasi sudah kumiliki
Sebelum membawa bahtera menuju jalan abadi


Bukan maksudku menundukkan sunnah
Bukan niatku melambatkan zuriat
Bukan hasratku meninggalkan tabii

Tiada ulasan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...